Selasa, 15 April 2008
Minggu, 30 Maret 2008
Ayat-Ayat Cinta The Movie
Film Fenomal Itu Bernama "Ayat-Ayat Cinta"Film Ayat-Ayat Cinta (AAC) telah memesona banyak orang. Jadi pembicaraan di mana-mana. Ditonton lebih dari 3,5 juta orang. Bahkan Presiden SBY, Wapres JK, dan Mantan Presiden Habibie pun menyempatkan untuk menonton film yang bernafaskan Islam ini.
Film yang diangkat dari novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy dengan judul yang sama ini telah menjadi film yang fenomenal. Bagaimana tidak, dalam empat hari pemutaran film produksi MD Pictures ini sudah ditonton 700 orang. Dan sekarang, telah menembus angka 3,5 juta lebih penonton. Sejarah baru dalam dunia perfilman Indonesia.
Hanung Bramantyo selaku sutradara mengaku kaget karyanya menjadi box office. Padahal sebelumnya, pihak produser sempat ragu akan meledaknya film yang diputar serentak 28 Februari 2008 ini. Target awalnya pun hanya mencapai 1 juta penonton.
Film ini pun menjadi buah bibir di mana-mana. Media cetak maupun elektronik. Mulai dari anak-anak, remaja, bahkan sampai Ibu-ibu pengajian. Hal ini bisa dibilang sebuah prestasi yang membanggakan. Karena, asumsinya film yang bernafaskan Islam biasanya tidak begitu laku. Akan tetapi AAC merubah paradigma yang ada selama ini.
Rahasia Sukses
Ada banyak faktor yang bisa mengejawantahkan suksesnya film yang digarap 1,5 tahun ini. Selain didukung pemain yang berkualitas yakni Fedi Nuril (Fahri), Rianty Cartwright (Aisha), dan Carissa Putri (Maria), tentunya sang sutradara yakni Hanung Bramantyo. Pria kelahiran Yogyakarta, 1 Oktober 1975 ini memang handal dalam membuat film yang berkualitas. Pantaslah Gelar sutradara terbaik (diantaranya) lewat Festival Film Indonesia tahun 2005 (Brownies) dan 2007 (Get Married) Ia peroleh.
Faktor lain yang pantas disebut sebagai ramuan jitu suksesnya film ini adalah sang penulis novel AAC, Habbiburahman El Sirazy. Kang Abik, panggilan akrabnya telah menghasilkan karya yang begitu menyentuh hati. Aura kesukesan novelnya seakan menjadi magnet tersendiri bagi kesuksesan film AAC.
Satu hal lagi yang menjadi "bumbu" yang rasanya tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Bagaikan sayur tanpa garam, satu faktor lagi yang membuat film AAC mendapatkan gregetnya. Apa lagi jika bukan OST Ayat-ayat Cinta. Lagu yang dilantunkan penyanyi asal Sumedang, Rossa ini laris direquest di mana-mana. Sang pencipta lagu, yakni Melly Goeslaw bisa dibilang ahli dalam menciptakan lagu sound track sebuah film.
Ditonton Pejabat Hingga Presiden
Presiden pun menonton film yang berdurasi 2 jam ini. Tepatnya Jumat Malam (28/3) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu dan dan sekitar 60 Duta Besar negara-negara sahabat, menonton bareng Ayat Ayat Cinta (AAC), di Studio 21 Plaza Ex, di Jl. MH Thamrin,Jakarta. Kebanggan tersendiri bagi prouduser, penulis, sutradara, artis, serta kru pendukung film AAC. Jarang-jarang bahkan (mungkin) baru pertama orang nomor wahid di Indonesia menonoton film di bioskop.
Menonton AAC, Presiden mesti meneteskan air matanya beberapa kali. Presiden dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa bangganya atas film ini, sebagai sebuah karya anak bangsa dan berharap menjadi tonggak baru bagi kebangkitan dunia perfilman nasional.
Tidak hanya Presiden Yudhoyono, tetapi juga Wapres Jusuf Kalla serta mantan Presiden B. J. Habibie turut menonton AAC. Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid dan Din Syamsudin sampai merekomendasikan masyarakat untuk menonton film yang sarat akan dakwah ini.
AAC telah mengubah paradigma tentang sebuah karya film. Membuat film yang bernafaskan Islam ternyata bisa menjanjikan. Hal ini bisa menjadi tonggak baru dalam dunia perfilman Indonesia. Yang sedang mencari jati dirinya. Dengan demikian, membuat film Islami tidak mematikan kreatifitas, justru sebaliknya mendorong untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif. Ayat-ayat Cinta telah menjawabnya.
Jumat, 21 Maret 2008
Blog Competition of ASC
Lomba web blog sendiri muncul dari sebuah gagasan cerdas tentang kesadaran akan teknologi. Seperti yang diketahui, era globalisasi sudah di depan mata. Semakin cepat kemajuan peradaban dunia, semakin cepat pula segala hal yang menghiasi kehidupan manusia.
Kang Iwok yang merupakan blogger (pengguna blog, red) serta penulis buku “Suster Nengok” ini begitu surprise dengan adanya lomba blog ini. “Asik nih, ntar kita bisa bikin komunitas blog di Kota Tasik”, harapnya. Hal ini bukan tanpa alasan, selama ini Kang Iwok adalah salah satu “aktivis”blogger yang rajin dan keranjingan nge-blog.
Kemudian untuk Kategori juara tingkat SMA diraih oleh SMA N 1 Bogor. Juara tingkat SMP diraih oleh SMP BPK Penabur. Tidak hanya itu, panitia juga memberikan penghargaan sertifikat diknas untuk SMA N 1 Ciamis, SMAN 1 Sindang Indramayu, SMP N 4 Tasikmalaya, dan SMP Al Muttaqin.
Kamis, 20 Maret 2008
Bikin Film
Akhir-akhir ini seperti yang udah kita ketahui, lagi booming-boomingnya film Ayat-ayat Cinta ato yang akrab dipanggil AAC. Yap, film yang udah ditonton lebih dari 2 juta penonton dalam waktu 4 hari pemutarannya ini bener-bener fenomenal. Gimana gak, film yang diangkat dari novel best seller karya Habiburrahman El-Shirazy dengan judul yang sama ini bener-bener udah nyedot perhatian publik.
Berawal dari ketertarikan Gie about film en termotivasi dari AAC. Gie nyoba-nyoba bikin film (heee...he....obsesi dari dulu). En Gie jadi sutradara dalam pembuatan nih film. Filmnya sih simple-simple aja. Namanya juga nyoba-nyoba bikin film. About seseorang yang sedang belajar motor. Standar banget kan? Kenapa eh kenapa Gie milih tema itu? The Answer is, karena eh karena temen Gie ada yang blom bisa naek motor (Ihsan Beer). En yang jadi pemeran utamanya Ihsan Beer tentunya yang blom bisa naek motor. Yah, Gie nyoba dari hal yang kecil-kecil dulu lah. Kan sesuatu yang gede juga berawal dari yang kecil. Tul gak? Loh kok jadi ceramah gini. hee..Ok lanjut ke pemain yang lain. Aktor lain yang memeriahkan film ini yaitu Pupu, yang punya Handycam.Doi jadi pemain utama juga di film ini yang menjadi trainer motor. Sory bahasanya agak berat, biar kesannya berat juga. Hwa...hwa..Opo....ikii,,,
Siap...., Action!!!!
Well, ternyata bikin film itu bisa dibilang gampang-gampang susah. Gampangnya kita tinggal take doang. Ngambil gambar udah deh. But, susahnya itu, gak sembarangan ngambil gambar. Mesti gimana gitu biar hasilnya gak ngecewain. Trus, editingnya juga mesti rapih. Nyambung-nyambungin scene-scene yang beda. So, kita jangan anggap mudah film toh masih banyak hal-hal yang mesti diperhatikan. Trus, jangan anggap bikin film tuh susah. Toh pada dasarnya sederhana. Gitu lah bikin film mah.
Jumat, 07 Maret 2008
Curhat (4)
Husnudon Kepada Allah SWT
Tidak selamanya apa yang kita impi-impikan dan cita-citakan sesuai dengan harapan kita. Tak jarang, kita mendapatkan hasil yang bisa dibilang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Bahkan acap kali lebih buruk dari yang kita bayangkan.
Sebelumnya telah kita bahas mengenai mimpi dan harapan. Yang menjadi tanda tanya besar? Apakah kita siap dengan segala kemungkinan yang ada? Baik itu kemungkinan baik ataupun buruk yang akan menimpa mimpi kita tersebut?
Apakah kita siap apabila mimpi dan cita-cita yang selama ini dimiliki terwujud? Begitu indahnya apabila semua yang kita idam-idamkan terwujud. Bak mendapat durian runtuh, hati ini tak dapat tergambarkan. Kesiapan kita apabila dalam kondisi ini tak lain adalah siap untuk bersyukur.
Lalu, bagaimana jika keadaan yang terjadi sebaliknya? Mimpi yang kita miliki ternyata tidak terwujud? Inilah kondisi yang kurang mengenakkan bahkan menyakitkan. Apalagi jika impian tersebut telah menjadi “label” orang tersebut. Artinya, orang tersebut memilki ambisi yang besar terhadap mimpinya sehingga mimpinya menjadi ciri dari orang tersebut.
Tarolah seorang siswa tingkat akhir sekolah menengah atas. Dia berkeinginan kuliah di universitas yang diidam-idamkan. Akan tetapi dia mesti menelan pil pahit ketika dia belum bisa mewujudkan mimpinya karena masalah administrasi.
Nasi telah menjadi bubur. Harapan untuk masuk perguruan tinggi favorit sirna melalui jalur PMDK. Memang, masih ada jalur lain yakni SPMB. Akan tetapi SPMB merupakan “peluru” terakhir dan peluang yang dimiliki bisa dibilang fifty fifty.
Berdasarkan contoh masalah di atas, sebagai seorang manusia biasa, sulit rasanya untuk menerima kondisi ini. Rasa sedih pastinya menghiasi relung hati yang paling dalam. Tidak semudah mengembalikkan telapak tangan nrimo kenyataan yang ada.
Namun, sebagai seorang insan Tuhan kita harus belajar ilmu ikhlas dan membaca hikmah di balik semua itu. Apalagi bagi seorang muslim, seorang muslim mesti senantiasa berbaik sangka kepada Sang Khaliq (Husnudon).
Ilmu ikhlas, ilmu yang sulit untuk didefinisikan bahkan dipraktikan. Ilmu yang tidak bisa kita pelajari di sekolah. Perlu proses yang panjang dan intens untuk meraihnya. Sulit memang jika berbicara mengenai ilmu ikhlas.
Allah SWT tidak semata-mata memberikan keputusan kepada umatnya tanpa ada hikmah di balik semua itu. Pasti ada hikmah yang besar bagi kita dalam setiap alur kehidupan dan peristiwa yang kita alami.
Bisa jadi suatu perkara menurut kita baik belum tentu menurut Allah baik bagi kita. Bisa jadi pula suatu perkara menurut kita buruk belum tentu menurut Allah buruk bagi kita.
Intinya, positif thinking langkah yang kita tempuh mengahadapi semua itu. Al Ilmu, sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui. Sedangkan kita tidak tahu apa-apa. Allah Maha Mengetahui apa yang baik bagi kita dan apa yang buruk bagi kita.
Rabu, 27 Februari 2008
Curhat (3)
Curhat lagi!!!
Well, Untuk kesekian kalinya diri ini mencoba mencurahkan segala unek-unek yang ada dalam pikiran ini ke dalam sebuah tulisan. Tapi bentar, Gie mo bilang sesuatu. Tulisan ini pake bahasa yang bisa dibilang agak gaul dikit. Bahasa anak remaja gitu deh. Gaya tulisan ketika Gie pertama kali bisa nulis artikel.
And Gie nyoba lagi buat nulis gaya tulisan ini setelah 2 tahun cenderung serius gaya tulisannya. Habisnya, terbawa arus konstalasi media massa en sering tuker pikiran ama sahabat jurnalis senior. Jadi, agak gimana gitu. Tapi asik juga bisa nulis dengan gaya tulisan ini lagi.
Ok deh kita mulai curhatan Gie. Rasanya kalo ditanya siapa orang yang paling dag dig dug derrr saat ini? Mungkin Gie bisa jawab seluruh siswa kelas XII SMA/SMK/MA atau sederajat se Indonesia.
Kenapa eh kenapa? Coz, mereka bakal ngehadapin dua “hajatan” besar. UN dan masuk perguruan tinggi, kaya PMDK, UM, UTUL, USM, en SPMB (bagi yang mo ngelanjutin kuliah). Sebuah ujian yang menguji eksistensi siswa.
Bak diujung tanduk, siswa kelas XII SMA merupakan masa transisi dan masa pen entuan. Mimpi, di kelas XII banyak mimpi bermunculan dan sejuta ambisi. Ada yang pengen kuliah ke sini lah, kuliah ke situ lah, kuliah ke sono lah. Pokonya sejuta impian.
Gak beda jauh ama di sekolah Gie. Temen-temen Gie di kelas XII punya banyak mimpi. Terutama sahabat-sahabat Gie yang berjumlah dua belas orang. Sebutlah Goez, Beer, Ham, Zie, Zai, Aby, Dew, Hanoi, Pupu, Vick, Qimy, dan Hore. Mereka punya impian yang berbeda-beda.
Kaya Beer, sahabat Gie di kelas XII Exact. Juara pertama olimpiade fisika se kota Tasik ini punya cita-cita masuk Teknik Perminyakan ITB. Ada juga Goez, mantan Presiden OSIS SMA AMQ 2006-2007 ini punya impian masuk Ilmu Kelautan UNDIP.
Hal senada juga menimmpa Gie, banyak mimpi yang dimiliki. Bahkan Gie ampe nulis 27 impian di blog ini. Diantaranya bisa masuk Psikologi UI dan bisa membuka rumah konseling bagi anak-anak. Amin Ya Allah!
Gak bisa kita pungkiri, setiap orang mempunyai mimpi. Mimpi, mimpi, dan mimpi. Orang bijak berkata, “Orang yang besar memiliki mimpi yang besar.”
But wait, ada dua kategori pemimpi. First, pemimpi yang jika telah bermimpi doi langsung bangun dan mewujudkan mimpinya. Inilah pemimpi ideal dan calon pemimpin. Doi langsung real action di lapangan. Satu lagi, pemimpi yang hanya sekedar mimpi tanpa ada realisasinya di lapangan. So, doi just dream tanpa usaha.
Tahu akan hal ini, Gie ngerasa was-was. Was-was dalam artian Gie takut termasuk kategori kedua, just dreamer. Naudzubillah!!! Tapi InsyaAllah dengan “DUIT” yakni Doa Usaha Ikhtiar dan Tawakal semuanya bisa terwujud.
Motivasi dari diri sendiri dan lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh. Jangan salah, pengaruh yang signifikan bisa kita rasakan. Alhamdulillah, di sekolah para Guru terus memotivasi anak didiknya agar optimis dan percaya diri dalam menghadapi segala ujian. Thank you so much my beloved teachers.
Gie sadari untuk menggapai mimpi tersebut kita mesti perih, sakit, dan kerja keras. Dan tidak lupa berdoa kepada Allah SWT. Coz, orang yang berusaha dan tidak berdoa, doi adalah orang yang sombong. Dan orang yang berdoa tapi tidak berusaha, doi adalah orang yang malas.
Intinya kita memang mesti menempatkan ikhtiar, doa, dan tawakal dengan seimbang. Tentunya dengan cara yang proporsional.
Last, Gie akhiri goresan tinta ini dengan sebuah ayat dalam Al Quran. Yakni surat Ar-Rad ayat 11 yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Selasa, 26 Februari 2008
How Addicted to Blogging Are You?
Em...rasanya widget ini pas buat kamu yang pengen ngetes seberapa besar kamu yang punya hobi ngeblog dan yang ngaku blogger sejati ngebuktiin "demam" ngebloging. Like me, Gie nyoba masuk ngeklik widget ini dari temen baru yang juga sama-sama "demam" blog.
And the result, i've got 82% buat jadi seorang blogger. Pas banget deh wadget ini buat nunjukkin seberapa besar dedikasi kamu terhadap blog yang kamu miliki (ha...ha...) dedikasi? Ooopooo ikiii? he...he....Yah seperti like that lah.
Ntar kita bakalan disuguhi 14 pertanyaan menyangkut blog. Pokonya everything about blog. Cobain deh, klik aja gambar di atas!!! And how addicted to blogging are you????